OlahragaOpini

Semenjak Shin Tae-yong Pergi, Menonton Timnas Indonesia Cuma Bikin Kepala Saya Pening

6
×

Semenjak Shin Tae-yong Pergi, Menonton Timnas Indonesia Cuma Bikin Kepala Saya Pening

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Jujur saja, semenjak Shin Tae-yong tidak lagi menunggangi kursi pelatih, saya mengambil keputusan radikal sebagai seorang suporter layar kaca: berhenti menonton pertandingan timnas Indonesia sampai peluit panjang berbunyi. Saya memilih menyerah di tengah jalan daripada harus mengorbankan kesehatan mental dan mengorbankan sisa energi malam yang seharusnya digunakan untuk istirahat.

Kejadiannya persis seperti tadi malam, saat laga lanjutan FIFA ASEAN Cup. Bermodal tampil di depan publik sendiri dan diisi oleh jajaran skuad yang rata-rata bermain di luar negeri (abroad), ekspektasi saya sempat melambung tinggi. Awalnya saya sangat optimistis kita bakalan menang mudah. Siapa yang tidak yakin coba? Di atas kertas, komposisi pemain kita mentereng, penuh pengalaman internasional, dan secara kasta sepak bola seharusnya berada satu level di atas lawan.

Namun, begitu pertandingan dimulai, realita di lapangan justru berkata lain. Menit demi menit berjalan, bukannya hiburan atau kebanggaan yang saya dapatkan, melainkan rasa geregetan yang tak kunjung menemukan ujungnya. Alur permainan terasa hambar, transisi antar-lini tampak membingungkan, dan passing-passing dasar sering kali luput. Kepala saya yang dari awal sudah pening karena tumpukan urusan pekerjaan seharian, mendadak makin bertambah pening menyaksikan pola permainan yang bikin elus dada.

Di tengah rasa pusing yang makin menjadi-jadi itu, sampailah saya pada satu titik kepasrahan. Saya meraih remote TV, menekan tombol power, lalu resmi menyudahi tontonan malam itu sebelum babak kedua usai.

Langkah ini saya ambil murni demi kedamaian pikiran. Perihal hasil akhirnya nanti bagaimana, toh saya tinggal buka media sosial satu atau dua jam kemudian. Apakah timnas kita menang, imbang, atau justru kalah mengenaskan, informasinya pasti bakal langsung bertebaran di linimasa. Mengapa saya harus menyiksa diri menonton proses yang menyakitkan selama 90 menit penuh, jika hasil akhirnya bisa saya ketahui hanya dalam waktu tiga detik lewat usapan jempol di layar ponsel?

BACA JUGA  Amerika Serikat Juara Umum Olimpiade 2024, Indonesia Peringkat Kedua Asean"

Tentu ada sedikit rasa bersalah sebagai seorang suporter yang mengaku cinta tim nasional. Ada perasaan seperti “pengkhianat” yang melarikan diri sebelum pertempuran usai. Namun di sisi lain, saya menyadari bahwa menyudahi menonton adalah tindakan yang sangat logis dan rasional.

Taktik pelatih di pinggir lapangan, performa pemain di atas rumput hijau, hingga hasil akhir di papan skor adalah hal-hal yang sepenuhnya berada di luar kendali saya. Saya tidak bisa berteriak dari ruang tamu untuk membetulkan posisi center-back, dan saya juga tidak bisa masuk ke TV untuk mengajari lini tengah cara membagi bola. Satu-satunya variabel yang benar-benar bisa saya kendalikan malam itu hanyalah keputusan untuk mematikan TV, menarik selimut, dan tidur dengan tenang.

Mungkin saya bukan satu-satunya suporter yang merasa kehilangan arah pasca-era Shin Tae-yong. Harus diakui, di era STY dulu, bahkan ketika timnas kalah sekalipun, kita masih bisa melihat struktur permainan yang jelas, daya juang tanpa henti, dan identitas yang membuat kita bangga. Ada garis taktik yang terukur dan harapan yang rasional. Sekarang? Menonton laga timnas rasanya seperti ujian kesabaran tanpa kepastian, yang hadiah utamanya cuma sakit kepala.

Sampai tim Garuda kembali menemukan bentuk dan identitas permainannya yang jelas di lapangan, maaf-maaf saja, saya akan tetap memilih menjadi “suporter skor akhir di media sosial”. Pilihan ini bukan karena saya berhenti mendukung timnas, melainkan cara paling realistis untuk tetap mencintai sepak bola Indonesia tanpa harus merusak kesehatan mental sendiri.

Penulis: Ahmad Sofia RobbaniEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

BANYUMASMEDIA.COM – Hingga kini, kabar tentang konflik di…