BANYUMASMEDIA.COM – Kalau ada satu statistik yang paling menggambarkan final Piala Dunia 2026, mungkin bukan skor 1-0 di papan pertandingan. Melainkan angka nol.
Nol tembakan tepat sasaran milik Argentina sepanjang laga. Di partai sebesar final Piala Dunia, menghadapi Spanyol, Lionel Messi dan kawan-kawan bahkan tak mampu benar-benar menguji penjaga gawang lawan.
Padahal, final yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, berjalan hingga babak tambahan waktu. Spanyol baru memastikan gelar juara lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106.
Skornya memang hanya terpaut satu gol. Namun, jalannya pertandingan menceritakan kisah yang berbeda.
La Roja menguasai pertandingan hampir sejak peluit awal dibunyikan. Mereka mendominasi penguasaan bola dengan 68 persen, melepaskan 20 tembakan, dan 11 di antaranya mengarah ke gawang. Argentina hanya mampu membalas tiga percobaan tanpa satu pun tepat sasaran.
Dominasi Spanyol juga terlihat dari cara mereka mengendalikan permainan. Sebanyak 803 operan berhasil mereka lepaskan, jauh meninggalkan Argentina yang hanya mencatatkan 445 umpan. Tekanan yang terus dibangun membuat Albiceleste lebih banyak bertahan daripada menyusun serangan.
Frustrasi Argentina akhirnya terlihat dari jumlah pelanggaran yang mereka lakukan. Albiceleste mengoleksi lima kartu kuning dan satu kartu merah yang diterima Leandro Paredes setelah pertandingan usai. Enzo Fernández pun harus menerima akumulasi kartu akibat kerasnya duel sepanjang laga.
Sementara itu, Spanyol tampil lebih tenang. Tim asuhan Luis de la Fuente tidak menerima satu pun kartu sepanjang pertandingan dan mampu menjaga ritme permainan hingga akhirnya Ferran Torres memecah kebuntuan pada menit ke-106.
Skor akhirnya hanya 1-0. Namun, jika melihat jalannya pertandingan, final ini terasa jauh lebih timpang daripada angka di papan skor. Spanyol bukan hanya menang karena satu gol Ferran Torres. Mereka menang karena sepanjang pertandingan berhasil membuat Argentina kehilangan apa yang biasanya menjadi kekuatan utamanya: kemampuan menciptakan ancaman di depan gawang lawan.











