Liputan

KKN UIN Saizu di Banyumas: Mahasiswa Diminta Tak Sekadar Menjalankan Program, tetapi Belajar dari Kehidupan Desa

4
×

KKN UIN Saizu di Banyumas: Mahasiswa Diminta Tak Sekadar Menjalankan Program, tetapi Belajar dari Kehidupan Desa

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Selama 40 hari ke depan, ratusan mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) akan meninggalkan rutinitas ruang kuliah. Mereka akan tinggal di desa, berbaur dengan warga, dan belajar menghadapi persoalan yang tak pernah muncul di lembar soal ujian.

Sebanyak 517 mahasiswa diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tiga kecamatan di Banyumas, yakni Tambak, Sumpiuh, dan Somagede. Pelepasan peserta dilakukan di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Kamis (16/7), dan dihadiri Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti.

Di hadapan para mahasiswa, Lintarti mengingatkan bahwa KKN seharusnya tidak dipandang sekadar syarat kelulusan. Menurutnya, justru kehidupan masyarakatlah yang akan menjadi ruang belajar paling berharga selama empat puluh hari mendatang.

“Nanti ketika sudah berada di tengah masyarakat, adik-adik akan menemukan banyak hal yang mungkin tidak pernah dijumpai di ruang kuliah. Akan ada cerita, pengalaman, tantangan, sekaligus pelajaran hidup,” ujarnya.

Lintarti juga mengingatkan agar mahasiswa tidak datang ke desa dengan perasaan paling tahu. Program kerja memang penting, tetapi kemampuan mendengar dan memahami kebutuhan warga jauh lebih menentukan.

“Jangan hanya datang membawa program kerja, datanglah dengan semangat,” katanya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa bisa menjadi mitra pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal. Ide-ide kreatif dari kampus, menurutnya, akan lebih bermakna jika tumbuh bersama masyarakat, bukan sekadar dijalankan untuk memenuhi laporan akhir KKN.

Pesan serupa juga disampaikan Kepala Pusat Kajian Budaya Lokal dan Penginyongan UIN Saizu, Rahman Afandi. Ia menilai cara pandang terhadap KKN mulai berubah. Jika dulu masyarakat sering diposisikan sebagai objek yang menerima program, kini mereka justru menjadi rekan yang ikut menentukan arah kegiatan.

BACA JUGA  Catat Waktunya! Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB

“Begitu KKN selesai, ya sudah. Tidak berkelanjutan,” ujarnya menggambarkan kelemahan pola lama.”

Melalui pendekatan baru, mahasiswa didorong lebih dulu mengenali potensi desa yang sebenarnya sudah ada, tetapi belum berkembang maksimal. Setelah itu, program dijalankan bersama warga agar manfaatnya tetap terasa meski masa KKN telah berakhir.

“Dengan paradigma baru, maka akan ada dampak berkelanjutan. Harapannya, setelah mahasiswa KKN selesai, kegiatan yang telah diprogramkan selama KKN tetap berlanjut,” jelas Rahman.

Tema KKN tahun ini, UIN Saizu Memberdaya, Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, dan Menggerakkan Ekonomi Masyarakat, diharapkan tidak berhenti sebagai slogan. Selama empat puluh hari di desa, keberhasilan mahasiswa bukan hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, melainkan dari seberapa besar kepercayaan yang berhasil mereka bangun bersama warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *