Liputan

Kenapa Headset Kabel Adalah Puncak dari Segala Kenyamanan

×

Kenapa Headset Kabel Adalah Puncak dari Segala Kenyamanan

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Beberapa tahun lalu, dunia teknologi sepakat untuk melakukan konspirasi masal: membuang lubang jack audio dari smartphone. Alasannya gagah banget, demi efisiensi desain dan masa depan yang “nirkabel”. Kita pun dipaksa beralih ke TWS (True Wireless Stereo) atau headset Bluetooth yang harganya seringkali tidak ramah untuk dompet penganut aliran gaji UMR.

Tapi belakangan, saya mulai melihat pemandangan yang menyejukkan mata di kereta atau kafe. Anak-anak muda kembali memakai headset kabel yang juntaiannya ke mana-mana itu. Sebuah fenomena yang membuat saya ingin berteriak: “Selamat datang kembali ke jalan yang benar!”.

Hidup Sudah Rumit, Jangan Ditambah Urusan Nge-charge Headset

Jujur saja, memakai headset Bluetooth itu seringkali menambah beban mental. Bayangkan, Anda sudah capek kerja seharian, mau santai dengerin musik di jalan, eh tiba-tiba muncul suara perempuan robotik yang bilang “Battery low”. Sakitnya melebihi diputusin pas lagi sayang-sayangnya.

Dengan headset kabel, kita tidak perlu punya ketakutan eksistensial tentang sisa baterai. Tinggal colok, play, dan musik mengalun. Tidak ada drama koneksi Bluetooth yang tiba-tiba putus atau suara yang delay pas lagi main game. Headset kabel adalah definisi dari kesetiaan yang tanpa syarat. Dia tidak akan mati hanya karena Anda lupa nge-charge semalaman.

Kesehatan Telinga dan Gengsi yang Mulai Luntur

Selain urusan kepraktisan, ada alasan kesehatan yang mulai disadari banyak orang. Memasukkan perangkat baterai dan pemancar gelombang frekuensi terus-menerus ke dalam lubang telinga itu, ya, sebenarnya agak ngeri-ngeri sedap kalau dipikirkan jangka panjang. Telinga kita bukan terminal listrik, Kak.

Tren kembali ke kabel ini juga menunjukkan kalau “keren” itu tidak harus selalu nirkabel. Sekarang, memakai headset kabel justru memberikan kesan vintage dan “ngerti audio” yang hakiki. Lagipula, risiko headset kabel hilang itu kecil. Kalau jatuh, dia masih nyangkut di baju. Beda sama TWS yang kalau jatuh sebelah di selokan, harganya langsung terjun bebas jadi remah-remah rengginang.

BACA JUGA  Mengenal Sesar Baribis, Patahan Aktif di Balik Gempa Bekasi?

Merayakan Kesederhanaan

Pada akhirnya, kembalinya headset kabel adalah bentuk protes kecil kita terhadap teknologi yang makin hari makin ribet. Kita merindukan sesuatu yang pasti, yang murah, dan yang tidak menuntut banyak perhatian.Jadi, buat Anda yang masih setia dengan lilitan kabel di saku celana, jangan minder. Anda adalah pahlawan bagi telinga Anda sendiri dan, yang paling penting, pahlawan bagi sisa daya listrik di dunia ini. Hidup kabel!

Penulis: Ahmad S Robbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *