BANYUMASMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mencari cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dengan mengoptimalkan aset-aset yang selama ini belum produktif atau idle.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pengelolaan aset idle ke depan akan dilakukan secara lebih terpusat agar pemanfaatannya bisa berjalan lebih cepat dan efektif.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah menyerahkan pengelolaan pemasaran aset kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah.
“Semua nanti diserahkan ke Bapenda, karena Bapenda memiliki kantor di 35 kabupaten/kota,” ujar Sumarno usai menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR di Semarang, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, selama ini pengelolaan aset daerah tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga kurang optimal. Bahkan, tidak sedikit aset yang berada di luar daerah namun tetap dikelola dari Semarang.
“Kantornya di Semarang, tetapi asetnya ada di Cilacap atau Rembang. Ini yang menjadi kendala dalam pemanfaatannya,” jelasnya.
Dengan jaringan Bapenda yang tersebar di seluruh wilayah, diharapkan proses pemasaran aset, baik untuk disewakan maupun dikerjasamakan, dapat berjalan lebih efektif.
“Nanti Bapenda yang akan menjadi ‘marketing’-nya, apakah aset itu disewakan atau dikerjasamakan,” tambahnya.
Pemprov Jateng menilai, meski kontribusi dari sektor aset belum sebesar pajak daerah, potensi ini tetap perlu dioptimalkan. Aset yang selama ini menganggur diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi keuangan daerah.
“Harapannya, dengan konsep baru ini, aset-aset yang selama ini belum produktif bisa mulai berkontribusi terhadap PAD,” pungkasnya.[asr]











