Kilas

BMKG: Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi Selama Periode Mudik Lebaran

×

BMKG: Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi Selama Periode Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)alam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri

BANYUMASMEDIA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat selama periode menjelang hingga arus mudik Lebaran 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, secara umum cuaca pada Maret hingga awal April diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat memicu gangguan perjalanan.

“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan, serta menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Faisal, beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, serta Papua Tengah, yang berpotensi mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi selama Maret.

BMKG juga mencatat sejumlah dinamika atmosfer yang masih aktif memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Di antaranya Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, hingga potensi pembentukan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

Salah satu yang terpantau adalah Bibit Siklon 90S di Samudra Hindia barat daya Lampung, yang dapat memengaruhi peningkatan intensitas hujan dan angin kencang di beberapa wilayah.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Laut

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) selama Maret yang dapat memicu badai guntur, kilat, turbulensi udara, hingga hujan deras di sejumlah wilayah.

Kondisi ini berpotensi berdampak pada sektor transportasi, terutama penerbangan dan pelayaran.

Untuk sektor kelautan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di beberapa perairan, termasuk:

  • Samudra Hindia barat Aceh hingga barat Lampung
  • Perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur
  • Perairan utara Maluku hingga Papua
BACA JUGA  KUA-PPAS APBD Disepakati, Prioritas Program Pemprov Jateng 2026 Swasembada Pangan

Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026, yang dapat meningkatkan pasang air laut di sejumlah wilayah pantai Indonesia.

Sistem Peringatan Dini Disiapkan

Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, BMKG menyiapkan berbagai sistem informasi cuaca terintegrasi, seperti:

  • Digital Weather for Traffic (DWT) untuk jalur darat
  • Ina-SIAM untuk sektor penerbangan
  • InaWIS untuk pelayaran dan pelabuhan

BMKG juga menyiagakan 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah serta membuka posko pemantauan di tingkat pusat, rest area jalan tol, pelabuhan, hingga bandara.

Melalui sistem peringatan dini tersebut, BMKG berharap masyarakat dapat memperoleh informasi cuaca secara cepat dan akurat sehingga perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.[asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *