Fauna

Kucing, Pendengar Ultrasonik di Rumah Kita

×

Kucing, Pendengar Ultrasonik di Rumah Kita

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Di sudut rumah, kucing sering terlihat tidur dengan mata terpejam, tubuh meringkuk, seolah tak terusik apa pun. Namun, di balik sikap santainya itu, kucing adalah salah satu hewan dengan kemampuan pendengaran paling tajam yang hidup berdampingan dengan manusia.

Secara ilmiah, kucing mampu mendengar suara hingga frekuensi sekitar 64 kilohertz. Angka ini jauh melampaui batas pendengaran manusia yang rata-rata hanya mencapai 20 kilohertz. Dengan kemampuan tersebut, kucing dapat menangkap suara-suara berfrekuensi tinggi, termasuk bunyi langkah tikus, gesekan kecil di balik dinding, atau gerakan halus di dalam tanah yang sama sekali luput dari telinga manusia.

Keunggulan kucing tidak hanya terletak pada jangkauan pendengarannya, tetapi juga pada struktur telinganya. Setiap telinga kucing dikendalikan oleh lebih dari 30 otot, memungkinkan keduanya bergerak secara independen. Artinya, satu telinga bisa mengarah ke sumber suara tertentu, sementara telinga lainnya tetap memantau bunyi dari arah berbeda. Mekanisme ini membuat kucing mampu menentukan arah dan jarak suara dengan presisi tinggi, menyerupai sistem radar biologis.

Kemampuan tersebut menjelaskan banyak perilaku kucing yang kerap dianggap aneh oleh pemiliknya: menoleh tiba-tiba, menatap sudut ruangan tanpa sebab, atau meloncat ke arah yang terlihat kosong. Bagi manusia, ruangan itu sunyi. Bagi kucing, ada dunia bunyi yang terus bergerak.

Di lingkungan permukiman, kemampuan ini menjadikan kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga bagian dari sistem alami pengendali hama. Tanpa suara gaduh, tanpa perintah, kucing membaca lingkungan melalui pendengarannya yang tajam.

Di tengah kehidupan manusia yang semakin bising, kucing justru bertahan dengan kepekaan terhadap suara-suara paling halus. Ia mengajarkan satu hal sederhana: keheningan bukan berarti kosong—kadang, ia hanya menunggu untuk didengarkan. [asr]

BACA JUGA  Burung Gereja: Ahli Bertahan di Tengah Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *