BANYUMASMEDIA.COM – Dalam rangka memperingati 240 tahun kelahiran Pangeran Diponegoro, Bale Babad Banyumas menggelar diskusi dan peluncuran buku Babad Diponegoro versi terjemahan NasSirun PurwOkartun, Selasa (11/11/2025.
Acara bertajuk “Bahas Babad Diponegoro” ini berlangsung di Bale Babad Banyumas, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah Banyumas Raya, bahkan beberapa peserta datang dari Yogyakarta.
Menariknya, acara ini juga dihadiri oleh keturunan langsung Pangeran Diponegoro yang ikut menyimak jalannya diskusi. Meski hujan deras mengguyur sepanjang malam, antusiasme peserta tetap tinggi.
NasSirun PurwOkartun selaku penerjemah buku menyampaikan paparannya dengan gaya khas yang tenang dan reflektif. Ia menjelaskan konteks sejarah, pesan moral, dan relevansi perjuangan Diponegoro di masa kini.

“Saya ingin agar Babad Diponegoro bisa dibaca dan dipahami oleh siapa pun yang mencintai sejarah, tanpa harus kesulitan karena bahasa yang rumit. Terjemahan ini dibuat agar pembaca awam pun bisa menikmatinya dengan mudah,” ujar NasSirun di sela-sela diskusi.
Melalui kegiatan ini, Bale Babad Banyumas berupaya memperingati sosok Pangeran Diponegoro tidak hanya sebagai pahlawan nasional dan tokoh perlawanan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi penguatan literasi sejarah lokal.
Acara “Bahas Buku Babad Diponegoro” menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan masih hidup. Hujan deras yang mengguyur tidak menyurutkan semangat para pecinta sejarah untuk menelusuri kembali jejak perjuangan sang pangeran melalui lembar-lembar babad yang abadi.[asr]











