Legislator

Wakil Ketua DPRD Jateng: “Konten Viral Mungkin Menguntungkan, Tapi yang Menjaga Kepercayaan adalah Berita Berimbang”

×

Wakil Ketua DPRD Jateng: “Konten Viral Mungkin Menguntungkan, Tapi yang Menjaga Kepercayaan adalah Berita Berimbang”

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Semarang – Di tengah gempuran informasi digital dan tekanan ekonomi yang dihadapi media, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Ari Nugraha, menekankan pentingnya menjaga keberimbangan dalam pemberitaan sebagai fondasi utama kepercayaan publik.

Hal ini disampaikan dalam forum diskusi bertajuk “Jurnalis di Era Digital: Antara Konten, Cuan, dan Tantangan Digital”, yang dihadiri oleh kalangan jurnalis, akademisi, dan perwakilan lembaga publik, Rabu (10/9/2025).

“Konten viral bisa memberi klik dan cuan, tapi konten berimbanglah yang menjaga keberlanjutan media. Kepercayaan publik adalah aset yang tak ternilai,” ujar Ari di hadapan peserta forum.

Tiga Tantangan Jurnalisme Digital

Dalam paparannya, Setya memetakan tiga tantangan utama yang dihadapi dunia jurnalisme saat ini:

  1. Ledakan Informasi
    Penyebaran berita yang sangat cepat juga diiringi dengan maraknya hoaks dan misinformasi.
  2. Tekanan Ekonomi Digital
    Persaingan untuk menarik klik, iklan, dan traffic memicu praktik sensationalism yang mengorbankan kualitas informasi.
  3. Disrupsi Profesi
    Munculnya content creator tanpa latar belakang jurnalistik kerap mencampur aduk opini dan fakta, tanpa memperhatikan etika atau keberimbangan.

Karena itu, menurutnya, peran jurnalis profesional sebagai gatekeeper semakin vital dalam membedakan antara berita yang faktual dan sekadar konten viral.

“Berita yang cepat boleh, tapi berita yang benar dan berimbang adalah kewajiban,” tegasnya.

Media Lokal dan Peran Edukasi

Selain sebagai penyampai informasi, Setya menekankan bahwa media—khususnya media lokal—memiliki peran penting dalam mencegah polarisasi dan mendidik publik.
Tanpa keberimbangan, katanya, masyarakat akan mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak utuh.

“Masyarakat bukan hanya butuh tahu apa yang terjadi, tapi juga kenapa itu penting. Di situlah peran edukatif media menjadi sangat krusial,” ujarnya.

DPRD dan Media: Kolaborasi Tanpa Intervensi

BACA JUGA  Banyumas Optimalkan Program Si Patas dan Libatkan Akademisi untuk Entaskan Anak Putus Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Setya juga menegaskan komitmen DPRD Jawa Tengah untuk membuka ruang dialog dan kritik dari media, selama dilakukan secara berimbang dan konstruktif.

Ia mencontohkan, banyak program pembangunan yang disorot hanya dari sisi negatif atau kontroversinya, padahal memiliki dampak positif yang juga penting disampaikan.

“Kolaborasi antara DPRD dan media bukan untuk mengatur, tetapi untuk mencerdaskan masyarakat bersama,” tambahnya.

Di akhir diskusi, Setya mengajak peserta, khususnya para jurnalis dan redaktur, untuk merenungkan tiga pertanyaan kunci:

Pertanyaan Reflektif untuk Dunia Pers

  • Bagaimana menjaga keberimbangan di tengah tekanan algoritma dan rating?
  • Apa strategi menghadapi banjir hoaks?
  • Bagaimana media lokal bisa menyeimbangkan arus informasi nasional?

Penutup: Demokrasi Butuh Media yang Sehat

Sebagai penutup, Setya menegaskan bahwa demokrasi yang sehat tidak akan lahir tanpa media yang berintegritas.

“Masyarakat yang cerdas lahir dari pemberitaan yang berimbang. Mari kita jaga komitmen ini bersama, demi Jawa Tengah yang transparan, demokratis, dan tercerahkan.”

Reporter: Tanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *