BANYUMASMEDIA.COM – “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”
Kalimat sakral dari pembukaan UUD 1945 itu bukan sekadar susunan kata, melainkan nafas yang menghidupkan perjalanan bangsa. Setiap kali 17 Agustus tiba, kita kembali diingatkan bahwa kemerdekaan bukan semata hasil perjuangan manusia, melainkan anugerah Ilahi yang disertai ikhtiar dan pengorbanan para pendahulu.
Hari ini, 17 Agustus 2025, kita diajak menundukkan kepala sejenak, menumbuhkan syukur atas kemerdekaan yang telah berusia 80 tahun. Syukur itu tumbuh tidak hanya dalam upacara atau seremoni, melainkan juga dalam tindakan nyata: menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan merawat kebersamaan di tengah perbedaan.
Setangkai syukur ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan akhir dari perjalanan, melainkan pintu untuk terus berbenah. Dari desa hingga kota, dari ruang keluarga hingga ruang kebangsaan, kemerdekaan mesti kita isi dengan karya, kejujuran, dan kasih sayang pada sesama.
Semoga rahmat Allah Yang Maha Kuasa senantiasa menaungi bangsa ini, agar cita-cita luhur para pendiri negara tetap hidup di setiap langkah kita.
Merdeka!
Redaksi