HikmahRamadan

Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan? Ini Hikmahnya Menurut Para Ulama

×

Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan? Ini Hikmahnya Menurut Para Ulama

Sebarkan artikel ini
Photo by Dmytro Kormylets: https://www.pexels.com

BANYUMASMEDIA.COM – Bulan Ramadan menyimpan banyak keutamaan bagi umat Islam. Salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT pada bulan suci ini adalah hadirnya Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Keutamaan tersebut membuat umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan. Namun, menariknya Allah SWT tidak memberitahukan secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi.

Mengutip penjelasan yang dimuat di mui.or.id, Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa malam penuh kemuliaan itu berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh istri Nabi, Aisyah binti Abu Bakar:

“Ketika Rasulullah SAW memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, beliau menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikatan kainnya.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar anjuran untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan serta menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Agar Umat Islam Bersungguh-sungguh Beribadah

Ulama besar mazhab Syafi’i, Imam An-Nawawi, menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan anjuran untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Menurutnya, malam-malam tersebut sebaiknya dihidupkan dengan berbagai bentuk ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Mengutip penjelasan yang juga disampaikan para ulama dalam berbagai kitab klasik sebagaimana dirangkum di mui.or.id, dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar memiliki sejumlah hikmah.

Ulama fikih klasik Ibn Qudamah Al-Maqdisi menjelaskan bahwa Allah SWT sengaja menyembunyikan malam tersebut agar para hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam beribadah untuk mencarinya.

Hal ini mirip dengan disembunyikannya waktu mustajab pada hari Jumat, sehingga manusia terdorong untuk memperbanyak doa sepanjang hari.

BACA JUGA  Sahur dan Istighfar: Menjemput Keberkahan di Ujung Malam

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh ulama hadis terkemuka Ibn Hajar Al-Asqalani. Menurutnya, hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar adalah agar manusia tidak hanya beribadah pada satu malam saja.

Jika malam tersebut diketahui secara pasti, dikhawatirkan sebagian orang hanya akan beribadah pada malam itu dan mengabaikan malam-malam lainnya.

Bentuk Kasih Sayang Allah

Sementara itu, ulama tafsir kontemporer Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa kerahasiaan Lailatul Qadar memiliki hikmah yang mirip dengan disembunyikannya waktu kematian dan hari kiamat.

Tujuannya agar manusia selalu terdorong meningkatkan ketaatan, tidak lalai dalam beribadah, serta tidak merasa cukup hanya dengan sedikit amal.

Kerahasiaan ini juga merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dengan tidak diketahuinya secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, manusia diharapkan terus memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat sepanjang malam-malam Ramadan.

Pendidikan Spiritual bagi Seorang Mukmin

Dari berbagai penjelasan para ulama tersebut dapat dipahami bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar bukan tanpa tujuan.

Allah SWT menghendaki agar umat Islam bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan dengan berbagai bentuk ibadah dan ketaatan.

Dengan demikian, setiap malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki peluang besar menjadi malam penuh keberkahan bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencarinya. [asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *