Olahraga

Italia dan Kutukan Playoff: Tim Besar yang Tersesat di Jalan Kecil

×

Italia dan Kutukan Playoff: Tim Besar yang Tersesat di Jalan Kecil

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Ada yang lebih menyakitkan dari kalah di Piala Dunia: tidak ikut Piala Dunia sama sekali. Dan Italia, entah bagaimana caranya, sedang mengalami itu untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Tim dengan empat gelar juara dunia tersebut kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Dalam laga playoff Eropa, Selasa (31/3/2026) waktu setempat, Italia harus mengakui keunggulan Bosnia dan Herzegovina lewat drama adu penalti dengan skor 4-1.

Kekalahan ini bukan sekadar hasil pertandingan. Ia memperpanjang catatan kegagalan Italia di fase yang sama. Pada 2018, mereka disingkirkan Swedia. Empat tahun berselang, giliran Makedonia Utara yang menutup jalan mereka ke Piala Dunia 2022. Kini, Bosnia dan Herzegovina menjadi tim berikutnya yang mengubur harapan Azzurri.

Jika satu kali masih bisa disebut kebetulan, tiga kali berturut-turut jelas bukan. Ada pola yang berulang, dan itu terjadi di jalur yang sama: playoff.

Dalam peta sepak bola dunia, Italia bukan tim biasa. Empat gelar juara dunia menjadi bukti bahwa mereka pernah berada di puncak. Gaya bermain yang disiplin, pertahanan yang solid, serta mental bertanding yang kuat pernah menjadi identitas yang melekat.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, identitas itu seolah memudar, terutama di momen-momen krusial. Italia kerap terlihat kesulitan ketika harus menuntaskan pertandingan hidup-mati, seperti yang terjadi di babak playoff.

Ironisnya, tim-tim yang menyingkirkan Italia bukanlah kekuatan tradisional yang selama ini dianggap sebagai rival utama. Hal ini semakin menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi bukan semata soal kualitas lawan, tetapi juga kesiapan tim itu sendiri.

Di sisi lain, kegagalan ini menjadi pengingat bahwa sepak bola terus berubah. Sejarah dan reputasi tidak lagi cukup untuk menjamin keberhasilan. Tim-tim yang mampu beradaptasi dengan cepat justru memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan bersaing.

BACA JUGA  Timnas Indonesia Menang 3-0 atas Vietnam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bagi Italia, ini bukan hanya soal kehilangan tiket ke Piala Dunia. Ini tentang pekerjaan rumah yang belum selesai, mulai dari pembinaan pemain, konsistensi performa, hingga mental bertanding di level tertinggi.

Karena pada akhirnya, dalam sepak bola modern, kejayaan masa lalu hanya akan menjadi cerita jika tidak mampu diterjemahkan menjadi kekuatan di masa kini.

Dan untuk saat ini, Italia harus kembali menerima kenyataan: menjadi penonton di panggung yang dulu pernah mereka kuasai.[asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *