Ragam

Sesi Foto “Gaya Bebas” yang Ternyata Ngga Bebas-Bebas Amat

×

Sesi Foto “Gaya Bebas” yang Ternyata Ngga Bebas-Bebas Amat

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Setiap ada sesi foto bersama, entah setelah seminar, rapat, pelatihan, wisuda, hingga kegiatan kampung. Alur acaranya hampir selalu sama. Mula-mula semua diminta berdiri rapi dengan pose formal. Senyum seperlunya, badan tegak, lalu kamera berbunyi beberapa kali. Setelah itu, biasanya fotografer atau panitia akan mengucapkan satu kalimat yang terdengar sederhana sekaligus penuh janji kebebasan.

“Oke, sekarang gaya bebas!”

Masalahnya, sesi “gaya bebas” itu sering kali ternyata tidak benar-benar bebas.

Baru saja seseorang ingin menentukan pose sesuai kehendaknya sendiri, tiba-tiba sudah muncul berbagai arahan dari belakang. Ada yang meminta semua membuat simbol love, ada yang menyuruh bergaya lucu, ada pula yang meminta peserta melompat bersama atau membuat pose ala idol Korea. Bahkan posisi kepala, arah tangan, sampai ekspresi wajah pun kadang ikut diatur.

Kalau sudah seperti itu, rasanya aneh juga menyebutnya sebagai “gaya bebas”. Sebab sesuatu yang terus-menerus diarahkan tentu kehilangan makna kebebasannya sendiri. Yang terjadi justru semacam formalitas baru dengan kemasan lebih santai.

Lucunya lagi, sesi foto “bebas” di Indonesia sering memiliki pola yang hampir seragam di mana-mana. Pose dua jari, tangan membentuk hati, pura-pura tertawa candid, atau menunjuk kamera seolah-olah spontan. Semua terlihat santai, tetapi dengan gaya santai yang sudah memiliki template tersendiri.

Akhirnya, kebebasan dalam sesi foto berubah menjadi sesuatu yang terstruktur. Orang-orang tampak berekspresi sebebas mungkin, tetapi tetap berada dalam batas pose yang dianggap aman dan umum dilakukan bersama.

Fenomena kecil ini sebenarnya terasa dekat dengan kehidupan sosial sehari-hari. Banyak hal disebut “bebas”, tetapi tetap memiliki aturan tak tertulis yang harus diikuti agar tidak dianggap aneh atau merusak suasana. Bebas berpendapat, asal jangan terlalu berbeda. Bebas berekspresi, asal tetap enak dilihat dan tidak membuat orang lain kikuk.

BACA JUGA  Deretan Film Indonesia Raih Jutaan Penonton di Bioskop 2025

Begitu pula dalam sesi foto bersama. Pada akhirnya, banyak dari kita mungkin bukan sedang benar-benar menjalani “gaya bebas”, melainkan hanya sedang berusaha terlihat santai sesuai arahan.

Penulis: Ahmad S Robbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *