Kilas

TMMD Sengkuyung II 2026 Dibuka di Cilacap, Dorong Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga

×

TMMD Sengkuyung II 2026 Dibuka di Cilacap, Dorong Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Mei 2026, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Cilacap Annisa Fabriana yang membacakan sambutan Plt. Bupati Cilacap menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penggerak ekonomi warga.

“Jika jalan ini dapat difungsikan kembali, tentu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Namun karena keterbatasan anggaran, pengerjaan dilakukan bertahap agar hasilnya tetap optimal,” ujarnya.

Pada TMMD kali ini, sasaran fisik utama meliputi pembangunan talud sepanjang 955 meter di sisi kanan dan kiri jalan, perkerasan jalan sepanjang 50 meter, serta pembangunan tiga unit gorong-gorong jenis box culvert.

Selain itu, terdapat kegiatan tambahan seperti rehabilitasi tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 1.000 pohon, pembersihan saluran Sungai Situmang sepanjang 140 meter, serta pembangunan satu unit sumur bor.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya layanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, hingga perpustakaan keliling.

Program ini juga diisi dengan pelatihan dan penyuluhan, seperti kewirausahaan, pencegahan stunting, diversifikasi produk perikanan, hingga penguatan ekonomi berbasis digital. Sosialisasi bela negara, ketahanan keluarga, pencegahan narkoba, serta pendewasaan usia pernikahan juga turut digelar.

Pemerintah Kabupaten Cilacap mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD ini. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui program ini, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kerukunan sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan di daerah. [asr]

BACA JUGA  Setya Arinugroho Tegaskan Pentingnya Inovasi Digital untuk Pelestarian Budaya Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *