Kilas

DPRD Jateng Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu, Tiru Model Banyumas dan Surabaya

×

DPRD Jateng Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu, Tiru Model Banyumas dan Surabaya

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menegaskan pengelolaan sampah harus dipandang sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar urusan lingkungan. Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar mengembangkan konsep waste to energy maupun ekonomi sirkular berbasis sampah, meniru kesuksesan Banyumas dan Surabaya.

Menurut Ari, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Banyumas layak dijadikan percontohan pengelolaan sampah terpadu di Jawa Tengah.

“TPA BLE Banyumas membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa terintegrasi, tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujarnya, Jumat (20/8/2025).

Inovasi di Banyumas mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos dan maggot, serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi paving plastik dan Refuse-Derived Fuel (RDF), produk pengganti batu bara yang sudah digunakan industri. Langkah ini membuat tingkat pengelolaan sampah di Banyumas mencapai 99 persen, jauh di atas rata-rata provinsi yang baru sekitar 63,78 persen (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional/SIPSN 2023).

Ari juga menyoroti TPA Benowo Surabaya yang sukses mengubah timbunan sampah menjadi energi listrik, mampu menyuplai kebutuhan lebih dari 5.800 rumah per hari.

“Keberhasilan Surabaya membuktikan pengelolaan sampah bisa menjadi pendorong ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Jawa Tengah harus bisa menyusul keberhasilan ini,” katanya.

Berdasarkan data SIPSN, timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai lebih dari 5,5 juta ton per tahun. Ari menilai potensi ini sangat terbuka untuk dikembangkan menjadi energi alternatif dan produk daur ulang, sekaligus membuka lapangan kerja baru melalui program padat karya.

“Kita memiliki sumber daya, teknologi, dan masyarakat yang siap berkolaborasi. Tinggal bagaimana pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta bersinergi agar pengelolaan sampah benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

BACA JUGA  Perpusnas Gelar Pelatihan Penguatan Kompetensi bagi Pegawai PPPK

Ia menambahkan, pengelolaan sampah terpadu akan mengurangi ketergantungan pada TPA sekaligus menekan beban anggaran daerah.

“Dengan dukungan semua pihak, Jawa Tengah tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkas Ari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *